Selesai (Titik)
Minggu 9 Februari 2025 Begitu banyak jeda panjang. Aku sungguh tidak tahan dengan kosong yang berkepanjangan. "Taksi saya sudah menunggu di depan. Ada yang ingin kamu bicarakan lagi?" aku mencoba memecah keheningan. Kamu. Kamu hanya melihat mataku sekilas lalu menunduk. Kamu memilih diam kembali. "Kalau begitu saya pamit. Saya gak tau kapan bisa ketemu kamu lagi. Saya berangkat besok malam." Setelah menghela nafas panjang, aku bergegas berdiri mengambil tas dan jaketku. Aku berjalan menuju pintu kedai dengan perlahan. Aku berharap kamu menahanku. Pelayan kedai membukakan pintu untukku. Aku menoleh kepadanya sembari mengangguk, berterima kasih. Sekilas aku menengok ke tempat duduk kita. Kamu masih duduk diam membatu. Air mataku mulai menggenang, turun satu persatu membasahi pipiku. Aku tidak pernah berpikir semua akan selesai secepat ini. Bukankah ini namanya selesai sebelum dimulai? Memangnya bisa ya seperti itu? *** Sabtu 18 Januari 2025 "Gila kamu ...